Minggu, 31 Januari 2010

Warga Warakas Heboh, Orang Mati Hidup Lagi

Lagi orang mati hidup lagi kali ini dari dalam negeri…

Warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dihebohkan dengan kabar hidupnya kembali anak muda yang telah tewas. Salim, anak keterbelakangan mental yang tewas dua tahun lalu, dipercaya warga hidup kembali.

Bulyamin (70), ayah Salim, menceritakan, anaknya telah wafat pada bulan September 2008 saat berumur 18 tahun akibat penyakit paru-paru yang telah lama diidapnya. Setelah itu, Salim dikubur di pemakaman Budi Darma, Cakung, Jakarta Utara, dengan diantar seluruh keluarga dan tetangga.

Ketenangan keluarganya pun pecah saat anak yang diduga Salim tiba-tiba datang ke rumah kontrakan keponakan Bulyamin, Atin (20), yang tidak jauh dari rumah Bulyamin semalam. Atin pun terkejut dan langsung mengantarkan anak itu ke rumah Bulyamin.

“Dia datang kemarin jam 11 malam dianter Atin. Saya kaget. Salim langsung meluk saya sambil bilang, ‘Bapak’. Terus dia nangis,” jelas Bulyamin kepada Kompas.com, Kamis (28/1/2010) di rumah kontrakannya di Warakas I Gang 28 RT 10 RW 8 Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok.

Bulyamin meyakini bahwa anak itu adalah anak bontotnya dari tujuh bersaudara. “Mukanya mirip banget. Luka di tangan juga sama. Tapi tingginya beda. Salim dulu lebih tinggi. Sekarang dia juga ada koreng di kaki. Dulu enggak ada,” kata dia.

Hal itu diamini istrinya, Kaswina (60). “Iya ini anak saya. Sikapnya sama persis. Dia panggil ibu semalam,” ucap nenek yang telah beruban itu.

Pantauan Kompas, anak yang diduga Salim itu mengalami keterbelakangan mental. Tinggi anak itu sekitar 150 cm, kulit berwarna coklat, berkumis, dan berjenggot tipis. Ia tidak dapat berbicara dan hanya memberi isyarat dengan bahasa tubuh.SURYA.CO.ID

Sudah Dua Tahun Meninggal, Hidup Lagi

Warga Papanggo, Tanjungpriok, Jakarta Utara dibuat gempar. Bagaimana tidak, isu munculnya sesosok pria yang diketahui telah meninggal dunia dua tahun lalu, kemudian hidup lagi kini ramai dibicarakan warga setempat, Kamis (28/1).

Peristiwa tersebut berawal dari kedatangan Muhammad Sofian alias Salim (19) yang tanpa diduga-duga mendatangi kediaman orangtuanya, Bunyamin (70) dan Kasinah (69) di Jalan Sungai Tirem, RT 10/08, No 118, Papanggo, Tanjungpriok, Jakarta Utara pada Rabu (27/1) malam. Padahal, menurut pengakuan keluarga dan warga setempat, Salim diketahui telah tewas dua tahun lalu atau tepat pada tanggal 25 September 2008 akibat menderita sakit tifus.

Kontan saja, kabar mistis tersebut langsung tersebar ke seluruh warga Papanggo yang sangat ingin mengetahui kabar tersebut secara langsung. Dalam waktu sekejap, warga pun langsung berdatangan dan memadati kediaman Bunyamin untuk mengetahui kebenaran sosok Salim di rumah tersebut yang sebelumnya dikabarkan telah meninggal dunia. “Wah, bener tuh si Salim. Kan dia sudah lama meninggal kok bisa hidup lagi,” kata salah seorang warga yang penasaran ingin menyaksikan kebenaran kabar tersebut.

Sejak pagi hingga sore tadi, kediaman Bunyamin pun terus didatangi warga yang penasaran ingin mengetahui kabar ini. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas Polsek Tanjungpriok pun segera mengambil tindakan dengan mengamankan Salim beserta keluarga ke kantor polisi.

Kasinah, ibu Salim menuturkan, anak bungsu dari tujuh bersaudara yang bernama Muhammad Salim sudah meninggal dunia dua tahun lalu dan dikuburkan di TPU Budhidarma, Cilincing, Jakarta Utara. “Anak saya meninggal karena sakit tifus. Dan warga juga membantu proses penguburannya ke TPU waktu itu,” kenang Kasinah yang ditemui di Polsek Tanjungpriok.

Dirinya menjelaskan, secara fisik sosok pria yang diduga Salim yang datang ke rumahnya tersebut sepintas memang memiliki kemiripan dengan putra bungsunya yang telah meninggal dunia. Oleh karena itu, dirinya pun meyakini bahwa sosok pria yang diduga Salim tersebut merupakan anaknya. Apalagi setelah, Kasinah menyaksikan sendiri tanda bekas luka di tubuh orang yang diduga Salim itu. “Saya yakin dia itu anak saya, karena ada tanda bekas luka di siku kirinya,” kata Kasinah.

Hal yang sama juga diungkapkan sang ayah, Bunyamin. Menurutnya, tanda bekas luka yang terdapat di siku lengan kirinya merupakan tanda yang dimiliki oleh Salim sejak dahulu. “Pas dia datang, dia langsung memeluk saya. Seolah-olah ingin melepaskan rasa kangen yang sangat dalam,” seloroh Bunyamin.

Sementara itu kabar yang menyebutkan bahwa Salim telah meninggal dunia sekitar dua tahun lalu juga diungkapkan Laode Hasnul Karim, Sekretaris RT 008/10. Bahkan, sebelum meninggal, dirinya juga sempat menemani Salim yang dirawat si RS Sulianti Saroso. “Malah saat itu saya yang mengurus segala keperluan untuk pemakaman. Eh nggak tahunya dia muncul lagi,” jelas Laode.

Kini orang yang diduga Salim, yang selama hidupnya dikenal memiliki keterbelakangan mental, saat ini belum bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Untuk memastikan apakah Salim benar-benar hidup kembali, kini petugas Polsek Tanjungpriok akan mengecek kembali makam Salim yang berada di TPU Budhidarma.

“Kami hanya mengamankan saja, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Karena warga pun semakin banyak yang mengunjungi kediaman Bunyamin dan Kasinah. Nanti kita selidiki lebih dalam lagi kebenarannya,” jelas Kanit Reskrim Polsek Tanjungpriok, Iptu Mulyana.

Sumber : http://tidakmenarik.wordpress.com/2010/01/28/warga-warakas-heboh-orang-mati-hidup-lagi/

2 komentar:

Anonim mengatakan...

itulah keajaiban takdir, gada yg bisa di duga :)

noorhaqay on 31 Januari 2010 pukul 03.15 mengatakan...

betul-betul-betul.. :D

Posting Komentar

Jangan di tahan-tahan jika anda ingin berkomentar !

Komentar artikel ini sekarang juga !!

 

Artikel Terbaru

Site Info



Tempat Baca Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template